Showing posts with label persija. Show all posts
Showing posts with label persija. Show all posts

Tuesday, November 2, 2010

Persija Maksimalkan Motivasi Berlipat RD dan 7 Pemain Eks SFC

Persija Maksimalkan Motivasi Berlipat RD dan 7 Pemain Eks SFC
02-11-2010


JAKARTA – Persija Jakarta kembali akan melakoni laga ketat saat menjamu tim tangguh Sriwijaya FC (SFC) pada laga lanjutan Djarum Indonesia Super League (DISL) 2010/2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu (3/11). Sebelumnya, di tempat yang sama, Persija sukses menghancurkan rival abadinya, Persib Bandung 3-0, Sabtu akhir pekan lalu.
Kemenangan atas Persib itu menjadi salah satu pemicu motivasi para punggawa Macan Kemayoran. Selain itu, Persija juga akan memaksimalkan motivasi berlipat dari sang pelatih, Rahmad Darmawan, yang tiga musim kemarin sukses menukangi SFC, serta tujuh mantan pemain Laskar Wong Kito yang kini berkostum Persija.
Bagi RD, panggilan karib Rahmad Darmawan, laga ini memang mempunyai arti tersendiri. Kendati demikian, pria yang juga perwira menengah marinir ini, enggan mengusung dendam saat bertemu mantan tim asuhannya.
“Itu masa lalu. Sekarang saya fokus di Persija. Yang ada di pikiran saya adalah memberikan tiga angka dari laga ini,” ujar Rahmad usai uji coba SUGBK, Selasa (2/10).
Sebelum kembali berlabuh ke Persija, Rahmad memoles SFC selama tiga musim. Ia sukses di Palembang dengan mempersembahkan gelar juara liga di musim kompetisi 2007-2008 serta trofi Piala Indonesia selama tiga musim berurutan.
Sayang torehan prestasi ini dianggap belum cukup bagi manajemen SFC yang kemudian memutus kontrak Rahmad setahun lebih cepat. Manajemen SFC kemudian mendatangkan Ivan Kolev sebagai pelatih tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut.
Kesempatan untuk membalas dendam terbuka saat Persija menghadapi SFC dalam lanjutan Djarum Indonesia Super League (DISL) 2010/2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Rabu (3/10). Tidak hanya Rahmad, tujuh pemain Persija yang musim lalu membela SFC juga berkesempatan bahwa mantan klub mereka membuat keputusan keliru. Mereka adalah Tony Sucipto, Ambrizal, M Nasuha, Octavianus, I Gusti Nugrah Nana, Hendro Kartiko, Adritany, dan Precious Emujeraye.
Rahmad juga menegaskan bahwa ia juga telah melupakan kenangan indah meraih empat trofi bersama SFC.
“Dulu saya melatih Persikota selama tujuh musim. Saya melupakan semuanya saat SFC melawan Persikota. Sekarang juga seperti itu,” tegas Rahmad.
Ia memberi isyarat akan menampilkan permainan ofensif di laga ini. Kecemerlangan lini depan Persija yang diisi trio ABG (Aliyudin, Bambang Pamungkas, Greg Nwokolo) saat menggilas Persib 3-0 akhir pekan lalu akan kembali diandalkan Rahmad di laga ini.
“Kita harus bekerja keras untuk membongkar lini pertahanan SFC yang merupakan salah satu yang terbaik di LSI musim ini selain Persipura dan Persib. Kita juga harus mewaspadai serangan balik SFC yang sangat baik lewat kedua sayapnya,” kata Rahmad.
Di duel bigmatch ini, Persija kembali bermasalah di lini pertahanan. Gelandang bertahan Syamsul Chaerudin serta bek tengah Precious Emujeraye tidak dapat bermain karena akumulasi kartu. Sebagai gantinya, Rahmad mempersiapkan Toni Sucipto dan Agus Indra Kurniawan untuk mengisi tempat yang ditinggalkan Syamsul serta Ambrizal di posisi Precious. Ambrizal sudah dapat bermain setelah di laga sebelumnya absen akibat akumulasi kartu.
Ambrizal menegaskan kesiapannya menghadapi mantan klubnya. Ia mengatakan tidak ada pemain yang istimewa di kubu mantan klubnya saat ini termasuk penyerang andalan SFC, Keith Kayamba Gumbs.
“Kayamba bagus dan punya kecepatan, tapi dia tidak istimewa. Saya sudah siap menghadapi laga ini,” kata Ambrizal.
Macan Kemayoran, julukan Persija, punya rekor bagus di kandang menghadapi SFC. Dari empat kali laga, Persija hanya sekali tumbang pada Mei 2009. Selebihnya Persija selalu meraih tiga angka ketika bertindak sebagai tuan rumah.
Persija juga punya rekor bagus musim ini dengan selalu menang di tiga laga kandang. Macan Kemayoran mencetak tujuh gol dan belum pernah kebobolan. Kini ketangguhan kiper Hendro Kartiko akan kembali diuji oleh mantan klubnya.http://www.liga-indonesia.co.id

Tuesday, October 26, 2010

Persija Tersungkur di Padang

Persija Tersungkur di Padang
26-10-2010


Padang - Persija Jakarta harus menerima kenyataan pahit tersungkur di Padang, setelah dikalahkan tuan rumah Semen Padang (SP) 1-0 pada laga lanjutan Djarum Indonesia Super League (DISL) 2010/2011 di Stadion H Agus Salim, Padang, Selasa (26/12). Kemenangan ini sekaligus memecahkan rekor tak terkalahkan Persija Jakarta di kompetisi DISL 2010/2011. Gol tunggal SP diciptakan Hengki Ardiles.

Dengan kemenangan ini, SP juga sukses mempertahankan rekor tak terkalahkan. Kini tinggal SP dan pemuncak sementara klasemen DISL, Persipura Jayapura yang belum pernah terkalahkan.

Tambahan tiga poin juga membuat tim besutan Nil Maizar ini berhasil merangsek ke posisi empat klasemen sementara dengan torehan 10 poin dari 4 laga yang telah dilakoni. Bagi Persija, kekalahan ini tetap tak menggusur posisi mereka di peringkat 3 klasemen sementara. Tim besutan Rahmad Darmawan ini juga mengoleksi 10 poin. Hanya saja Persija telah melakoni 5 pertandingan dan unggul produktivitas meski memiliki selisih gol sama dengan SP

SP memang tampil dominan sejak peluit dimulainya pertandingan. Kabau Sirah juga tampil dengan determinasi tinggi. Namun, justru Persija yang lebih dulu mengancam. Saat pertandingan memasuki menit ke-24, M Ilham melepaskan tandukan memanfaatkan umpan silang Amarzukih. Sayangnya, tandukan Ilham masih terlalu lemah.

Semen Padang membalas di menit 28. Aksi menawan Edward Wilson Junior sempat mengancam gawang Hendro Kartiko. Beruntung, tembakan keras penyerang Liberia ini di sisi kiri kotak penalti Persija masih melambung.

Stadion H Agus Salim baru bergemuruh saat Semen Padang berhasil mencetak gol cantik di menit 35. Bek kanan Hengki berhasil merangsek ke kotak penalti Persija setelah sebelumnya melakukan kerjasama satu dua dengan Saktiawan Sinaga.

Saktiawan memberikan umpan dengan dada yang langsung disusul dengan tembakan keras Hengki yang gagal dibendung Hendro Kartiko. Kabau Sirah sementara unggul 1-0 atas tim ibukota. Ini menjadi gol perdana Hengki musim ini. Keunggulan Semen Padang bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Semen Padang tetap tampil ofensif, sedangkan Persija tak kalah ofensif guna mengejar ketertinggalan. Macan Kemayoran berpeluang menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas Oliver Makor di menit 53. Sayangnya, bola masih terlalu lemah sehingga dengan mudah dikuasai Samsidar.

Sebaliknya, Semen Padang hampir menggandakan keunggulan di menit 56 andai tendangan Ellie Aiboy tak membentur mistar gawang Hendro Kartiko. Persija sebenarnya berhasil menjebol gawang Semen Padang di menit 88 lewat aksi Bambang Pamungkas. Namun, asisten wasit telah mengangkat bendera sebagai tanda pemain Persija dalam posisi off-side. Sempat terjadi protes keras dari kubu Persija yang menganggap Bepe tidak dalam posisi off-side.

Satu menit kemudian giliran gol Kabau Sirah yang dianulir wasit. Gol Edward Wilson dianulir setelah salah satu pemain Kabau Sirah off-side. Selama tiga menit tambahan waktu skor 1-0 ini tak berubah.

Tuesday, August 17, 2010

"Persija Tim Besar tapi Miskin Prestasi"

Rahmad Darmawan telah terikat perjanjian prakontrak dengan manajemen Persija

VIVAnews - Selangkah lagi Rahmad Darmawan resmi menjadi pelatih Persija Jakarta. Pasalnya, meski belum menandatangani kontrak kerja, namun mantan pelatih Persipura dan Sriwijaya ini telah terikat perjanjian prakontrak dengan manajemen Persija.

Ini merupakan kali kedua, Rahmad menukangi Persija. Sebelumnya, pria kelahiran Metro, Lampung itu pernah menangani Macan Kemayoran pada musim kompetisi 2006/2007. Namun Rahmad gagal menghadirkan gelar juara bagi tim asal ibu kota tersebut.

Senin, 16 Agustus 2010, Rahmad mulai memimpin latihan Persija di Lapangan Sepakbola, Ragunan, Jakarta Selatan. Ini merupakan latihan perdana Ismed Sofyan cs jelang bergulirnya kompetisi musim 2010/2011. Latihan diikuti oleh oleh 19 pemain.

Setelah latihan, Rahmad menyempatkan diri untuk wawancara dengan sejumlah media termasuk VIVAnews. Kepada wartawan, Rahmad membeberkan alasan kepulangannya ke Persija dan target yang diusungnya pada musim ini.

Berikut petikan wawancara dengan pelatih yang juga anggota aktif TNI AL itu.

Anda sudah mulai melatih Persija Jakarta. Apakah ini berarti kontrak Anda dengan Persija sudah ditandatangani?
Sebenarnya proses penandatangan kontrak dilakukan hari ini. Namun karena manajemen ada kesibukan yang tak bisa ditinggalkan, jadwalnya akhirnya diundur.

Lantas apa yang mendasari Anda memimpin latihan Persija hari ini?
Sebelumnya, saya dan manajamen sudah terikat dengan prakontrak. Tadinya saya mau menunggu sampai penandatangan kontrak. Namun saya lihat pemain sudah kumpul semua, kenapa saya tidak latihan saja? Saya pun berubah pikiran dan memutuskan untuk datang.

Berapa lama masa kontrak Anda bersama Persija?
Awalnya manajamen menawarkan kontrak dua tahun kepada saya. Namun untuk sementara saya meminta kontrak setahun saja.

Kenapa Anda memilih Persija?
Kepindahan saya ke Persija sebenarnya sebuah kejutan. Setelah bercerai dengan Sriwijaya FC, saya sebenarnya telah melakukan pembicaraan yang intens dengan salah satu klub.

Persija kemudian menghubungi saya. Saya lalu menelepon atasan saya (di TNI AL). Oleh atasan, saya diminta untuk menemui Harianto Badjoeri (manajer Persija). Pembicaraan cuma satu hari dan saya akhirnya sepakat untuk berlabuh di Persija.

Meski demikian, faktor kedinasaan bukan alasan utama saya berlabuh di Persija. Selama ini atasan memang selalu mengarahkan saya namun saya tetap diberi kebebasan untuk memilih.

Anda pernah gagal saat menangani Persija pada musim kompetisi 2006/2007. Apa yang mendorong Anda kembali lagi?
Persija merupakan tim yang saya idam-idamkan selama ini. Kebetulan saya cukup lama bermain untuk tim ini. Persija merupakan tim besar namun masih miskin prestasi. Saya ingin tim ini meraih prestasi seperti tim-tim yang pernah saya tangani sebelumnya.

Dulu (musim kompetisi 2006/2007) saya hanya punya waktu persiapan selama dua pekan. Banyak pemain yang diincar juga gagal sehingga harus bongkar pasang pemain di tengah jalan. Saat ini waktu persiapan cukup lama dan pemain yang ada juga memadai.

Saat ini Persija memiliki kombinasi pemain lama dan baru. Mereka rata-rata punya pengalaman di Liga Super Indonesia (ISL). Persija sendiri butuh penyegaran mengingat banyak pemain yang sudah terlalu lama main di sini.

Saya juga selalu gabungin pemain senior dan pendatang baru. Bawa Tony (Sucipto) dan M Nasuha karena mereka prospek pemain muda. Di sini ada pemain senior seperti Bambang Pamungkas dan Aliyudin yang bisa memberi mereka pengalaman.

Saat di Sriwijaya FC, Anda sangat mengandalkan sosok Zah Rahan. Kenapa Anda tidak memboyongnya ke Persija?
Siapapun tahu kalau Zah Rahan pemain bagus. Saya sebenarnya ingin membawa dia ke Persija. Namun Zah Rahan sudah dewasa dan punya pilihan sendiri.

Sepakbola merupakan permainan tim. Tanpa Zah Rahan bukan berarti tim tidak bisa jalan. Mungkin saya akan membuat tim ini bisa bermain efisien tanpa adanya sosok playmaker.

Anda membawa beberapa pemain dari Sriwijaya FC. Apa pertimbangan Anda dalam memilih mereka?
Awalnya mereka menawarkan diri untuk ikut. Jumlahnya juga sebenarnya banyak. Namun Sebagai pelatih saya tentu mencari pemain yang dibutuhkan. Saya tahu kualitas dan karakter mereka, jadi wajar kalau mereka bergabung.

Apakah komposisi Persija saat ini sudah cukup atau masih akan ditambah lagi?
Selain pemain lokal, saat ini juga sudah ada empat pemain asing yang boleh dikatakan hampir pasti bergabung dengan Persija. Mereka adalah Precoius (Emeuejeraye), Julius Akosah, Greg Nwokolo, dan Bayoumi. Kami sedang mencari satu pemain asing lagi yang bisa main di posisi striker dan mieldfilder.

Untuk pemain lokal, kami kini punya Syamsul Chaerudin di lini tengah. Saya pikir untuk lokal sudah cukup. Kalaupun ada tambahan, saya akan mencari pemain untuk posisi gelandang.http://bola.vivanews.com
• VIVAnews

Total Pageviews